Tampilkan postingan dengan label EMC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EMC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Melukis Mimpi itu Gratis

Alhamdulillah, aku bersyukur atas kehidupanku akhir-akhir ini. Teman-teman disekitar yang sangat mendukung. Saling mendukung. Ada ilmu baru, ada ilmu lama yang lama kutinggalkan, padahal dulu terbukti efektif!

Kali ini aku diajari lagi untuk bermimpi. Mimpi di siang bolong. Karena memang pertemuannya tadi siang. Mimpi yang direncanakan. Bukan yang selewat saat kita tidur. Bukan mimpi yang tanpa kemauan kita. Ya.... bermimpilah. Dan tuliskan mimpimu. Nanti suatu saat terwujud, Anda akan terkejut, surprised dan bersujud syukur!

Yang menarik karena perencanaan mimpi ini ditulis lalu disampaikan di muka umum, maka semua teman-teman baik kita akan mensupport dan terus mengingatkan agar kaki terus melangkah mengejar mimpi itu. Intinya harus ada kemajuan menuju realisasi mimpi-mimpi itu. Let the dream becomes true!

Pak Ruwi, pengelola JM Music School, sharing tentang mimpinya memiliki brand sendiri untuk sekolah musiknya. Sebelumnya beliau pinjam nama drummer Rollies, Jimmie Manoppo. Kini semua mimpinya termujud.... lahirlah JM jilid kedua yang kepanjangan dari Jaguar Music.... lengkap dengan studio, toko alat music dan lain-lain....

Saya jadi teringat mimpi saya yang kemudian terwujud meskipun dengan status pinjaman tanpa syarat. Yaitu mimpi punya ruko sendiri. Hanya dalam hitungan bulan sejak saya menuliskannya, seorang kakak tiba-tiba "membelikannya" untuk saya pakai gratis. Yang kini sudah jadi toko MusliMart

Lalu mimpi saya naik haji. Tahun 2000 saya mimpi pergi haji di tahun 2010. Maka saya datangi sebuah Bank Syariah di Jakarta, saya sampaikan niat saya, maka saya harus menabung sekitar Rp. 300-an ribu perbulan agar mimpi itu terwujud. Waktu berjalan, istripun pengen bermimpi sama. Diapun mendatangi bank yang sama di Bekasi... Dan amazing, alhamdulillah, atas perkenan Allah, kami berdua pergi haji tahun 2005! Lima tahun lebih cepat dari target....

Kini, saat lupa tentang cara meraih mimpi-mimpi, di forum MMC3, di restoran Samikuring, Pak Ruwi mengingatkan kembali.... Ya, kenapa tidak! Kan gratis! Langsung saya tuliskan mimpiku: memiliki lembaga Kursus Bahasa Inggris dan Matematika sendiri, lengkap dengan gedungnya yang representatif. Bukan seperti rumah tinggal kayak sekarang! Nama sudah saya siapkan, logo sudah ada. EMC = English + Mathematics Club. Tinggal realisasinya. Saya patok 31 Desember 2009! Mohon doa dan dukungan teman-teman semua.

Bismillah....!

Cikarang Baru, 15 Agustus 2009

Selasa, 21 Juli 2009

Andi Kecewa MU Gak Jadi Datang

Meskipun tidak mampu beli tiket Andi pasti kecewa MU tidak jadi dating bertanding di Indonesia. Ya harga tiketnya sangat mahal. Rp. 3.5 juta. Wuiiiii. “The ticket is very expensive.” jawab Andi ketika ditanya temannya kenapa dia gak beli tiket nonton di Senayan, beberapa hari sebelum kejadian bomber meledakkan resto di JW Marriot dan Ritz Carlton itu.

Ya Andi memang penggemar MU…. Ini tersirat dari dialog murid-muridku di klub bahasa Inggris EMC di Cikarang Baru.

Selengkapnya dialog itu kurang lebih demikian:

Burhan : Hi, Andy, Assalamu’alaikum…..
Andy : Hi, Burhan, wa’alaikum salam…. How are you?
Burhan : Alhamdulillah, I am fine. I hope you are fine, too.
Andy : Burhan, did you watch football match last night? It was a wonderful match.
Burhan : No, I didn’t.
Andy : Why didn’t you watch it?
Burhan : I don’t like football.
Andy : Why?
Burhan : It takes too much time. 90 minutes is too long time for me.
Andy : Of course, not, if you like it.
Burhan : Ok. By the way, why do you like football?
Andy : I like its teamwork. The players work together smartly. They help each other to make a goal.
Burhan : What is your favorite football team?
Andy : MU, Manchester United from United Kingdom.
Burhan : Wow, MU? It is the team that will come to Indonesia next few days, isn’t it?
Andy : Yes.
Burhan : Will you go to Senayan to watch the match?
Andy : No, I have no money. The ticket is very expensive.
Burhan : Poor you, Andy.

Saya yakin pembaca memahami dialog sederhana murid-muridku di atas. Kalau gak ngerti jangan bilang-bilang Burhan, ya…. kalau dia dengar, sekali lagi dia akan bilang kepada pembaca, “Poor you, all.”………. Kacian deh, luuu. .......... Peace!

Cikarang Baru, 21 Juli 2009